0815 1321 1333 info@sekolahmuamalah.com

Beli 2 Gratis 1, Bolehkah?

Setiap belanja bulanan, selalu saja menanti program yang satu ini. Beli dua gratis satu, apalagi jika mengenai susu dan popok si kecil pastilah ini yang dinanti walau terkadang promo seperti ini hanya ada satu hari saja. Setelah itu, promo berakhir dan harga kembali ke awal. Rela deh mengantri walau panjang, iya gak si bu? Lumayan untuk memperkecil anggaran belanja, so gak mumet-mumet banget saat akhir bulan datang.

Bukan hanya susu dan popok bayi, merambah ke sabun mandi, shampoo, hingga minyak sayur. Jika ada promo seperti itu, wah antrian akan panjang dan didominasi oleh kaum ibu. Maklum lah, dengan keadaan ekonomi yang sulit seperti ini. Ibu-ibu dituntut untuk kreatif dalam menganggarkan pembelanjaan keluarga.

Tapi apa kata Islam, mengenai promo beli dua gratis satu atau yang sejenisnya. Apa diperbolehkan dalam Islam? Atau di haramkan?.

Wah bahaya ni, saya tidak mau memberikan barang haram untuk anak saya. Dan penjualpun tidak mau menjual sesuatu yang diharamkan dalam Islam. Ada yang bisa bantu saya kah?

Islam menjawab :

Hadiah promosi langsung, yang diberikan pedagang dengan mengikatkan dua barang menjadi satu, lalu dijual dengan satu harga. Seakan satu barang di jual dan satunya lagi sebagai hadiah. Atau beli dua dapat satu.

Cara pemberian hadiah seperti ini selain untuk menarik pembeli untuk mempertahankan harga barang. Meningkatkan volume penjualan dan terkadang bertujuan untuk menghabiskan barang yang tersimpan agar tidak expired (kadarluarsa) sebelum dijual.

Pemberian hadiah seperti ini hukumnya boleh. Karena sekalipun hadiah sudah terhitung dan dimasukkan ke dalam harga barang lainnya akan tetapi barang dan harganya jelas, tidak terdapat unsur gharar.

Nah ibu-ibu sudah tahukan, ternyata hukumnya boleh.

Yuk kita borong promosi seperti ini. Tapi ingat tetap disiplin saat membeli, agar anggaran belanja gak jebol. Dan akhir bulan tidak cemberut seperti dompet kusut.

Dan untuk penjual (pedagang), Alhamdulillah diperbolehkan anda berpromosi seperti ini, asalkan bukan barang yang diharamkan.

Aman bagi Anda untuk berjualan, kami (kaum ibu) aman secara pengeluaran.

Ditulis oleh perwakilan kaum ibu, sekaligus dosen & pegiat ekonomi syariah. Miss Atikah, M.Esy

*Hukum asal hadiah adalah boleh dan tidak ada sisi berbahaya dalam hadiah yang ada dalam kasus di atas.

Referensi : Harta Haram Muamalat Kontemporer (karya Dr. Erwandi Tarmizi, MA)

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.