Terikat Kontrak Jual Beli Lottery dan Rokok dalam Sewa Pom Bensin

 

Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Bismillah. Saya mau ceritakan kondisi saya dulu sebelum bertanya,

Saya punya ayah tiri. Saat pernikahan tersebut, ibu dan saya ketika itu belum berhijrah (mengikuti syariat) . Akan tetapi, beberapa waktu setelahnya, Alhamdulillah kami (Ibu dan saya) telah bertekad untuk hijrah, terkecuali ayah tiri saya.

Singkat cerita, suatu hari kami (Saya dan Ibu) dibawa ayah tiri saya ke Kanada untuk tinggal di sana. Salah satu pertimbangan pindahnya kami ke Kanada, adalah karena adanya bisnis Pom Bensin yang dijalani ayah.

Ketika di Kanada, kami kaget setelah melihat kondisi bisnis ayah saya tersebut. Ternyata Pom bensinnya tergabung dengan mini market (pom bensin di kanada & USA memang seperti itu) yang di dalamnya ada penjualan Lottery (Tiket judi) dan rokok.

Kami kaget dan sering memberi nasihat kepada ayah. Akan tetapi ayah tiri saya menjelaskan bahwa judi dan rokok sudah termasuk kontrak perusahaan,  jadi tidak bisa menjalankan bisnis Pom Bensin, tanpa berjualan di mini market yang di dalamnya ada judi dan rokok. Ayah saya juga beralasan bahwa ia hanya menjual dan bukan seorang praktisi judi dan rokok.

Padahal saya dan ibu tahu bahwa itu hukumnya tetap haram.

Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan lagi sekarang. Kami selalu berdoa agar ayah tiri saya mendapat hidayah dan bisa mengganti bisnisnya dengan yang lain, tapi qoddarullah belum terkabulkan bahkan kerap marah-marah jika dinasihati perihal harta haram ataupun nasihat agama lainnya.

Keadaan saya saat ini belum bisa bekerja karena baru 1 tahun tinggal di sini dan juga masih sekolah.

Mohon penjelasannya, entah sampai kapan kami harus terus berkecimpung di dalam muamalah yang haram. Nastaghfirullah.

Ukhty Salihah (bukan nama sebenarnya) – Kanada

 

Wa ‘alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

Bismillahirrahmanirrahim. Al hamdulillahilladzi arsala rasuulahu bilhuda wa diinil haq li yuzhirahu ‘ala diini kullihi wa lau karihal kaafiruun. Amma ba’du

Apa yang menimpa ukhty insya Allah adalah sebuah ujian keimanan dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Rasa khauf  (takut) akan perbuatan haram dan roja’ (pengharapan) atas ampunan Allah dari maksiat, merupakan akhlak seorang muslim yang Insya Allah saat ini telah dimiliki oleh ukhty jika menyimpulkan dari penjelasan di atas.

Mengenai harta haram yang didapat melalui Lottery dan rokok, kami akan urai terlebih dahulu perihal kedua obek ini.

Keharaman Lottery (kupon undian)

Allah ta’ala berfirman:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا ۗ

Artinya:

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”.  (Q.S. Al-Baqarah : 219)

Ayat ini tidak menafikkan manfaat dari judi, akan tetapi dosanya lebih besar dari manfaat yang terkandung di dalamnya yang membuat perjudian diharamkan. Sekalipun misalnya, pembeli kupon berniat memberikan sumbangan untuk kepentingan umum dan sosial. Bahkan jika ia berniat untuk bersedekah dari hasil kupon undian demi mendekatkan diri kepada Allah, niscaya Allah tidak akan menerima sedekahnya. Karena Allah adalah zat yang maha baik dan tidak menerima kecuali yang baik.

Keharaman Rokok

Adapun pada kasus menjual rokok. Seperti yang ukhty katakan, bahwa menjual barang ini adalah haram karena merusak kesehatan diri sendiri yang dilarang Allah.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”. (Q.S. Al-Baqarah : 195)

Seperti halnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan rokok, begitu juga dengan Dewan Fatwa Kerajaan Arab Saudi yang mengharamkan rokok dengan fatwa nomor 4947 yang berbunyi: “Merokok hukumnya haram, menanam bahan bakunya (tembakau) juga haram, serta memperdagangkannya juga haram, karena rokok menyebabkan bahaya yang begitu besar”

Paparan di atas menegaskan keharaman Lottery dan rokok, sehingga pendapatan yang didapat dari keduanya merupakan pendapatan haram. Tentu sangat disayangkan jika seorang muslim yang tahu akan keharaman perniagaan objek haram, namun tetap melakukan dan bahkan memakan hasil perniagaan haram tersebut.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

Wahai Ka’ab bin ‘Ujrah, sesungguhnya tidaklah tumbuh setiap daging yang diberi asupan makanan yang haram melainkan nerakalah yang berhak membakarnya”. (HR. Ahmad dan At-Tirmizi, dinyatakan shahih oleh Al-Albani).

Lantas bagaimana solusi atas permasalahan ini?

Langkah-langkah yang dapat dilakukan ukhty saat ini, antara lain:

  1. Bertaubat kepada Allah atas kondisi yang terjadi.

Sebagai kepala keluarga yang memberi nafkah dengan harta bathil, tentunya memohon ampun atas perbuatan maksiat yang dilakukan merupakan keharusan bagi ayah ukhty. Pertaubatan ini juga termasuk ukhty dan ibunda ukhty, sebagai bentuk ikhtiar yang menunjukkan bahwa ukhty dan ibunda ukhty menolak perilaku maksiat tersebut. Sungguh, Allah mencintai hambanya yang bertaubat atas setiap kesalahan.

Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya:

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (Q.S. Al-Baqarah : 222)

  1. Terus berdoa agar ayahnya diberi hidayah oleh Allah Ta’ala.

Sebagai seorang muslim, diharamkan bagi kita untuk berputus asa dari rahmat Allah.  Meskipun nasehat ukhty tidak pernah didengar oleh ayah ukhty saat ini, maka agar jangan bosan menasehati dan terus mendoakan dirinya agar bisa berjalan di atas syariat Allah. Sampaikanlah terus kepada beliau untuk senantiasa memberikan nafkah yang halal.

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Artinya:

“Katakanlah hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Az-Zumar : 53)

  1. Hitunglah berapa penghasilan dari hal-hal yang haram tersebut. Mesin lottery, rokok dan hal lain yang tergolong haram (jika ada). Kemudian berikanlah hasil pendapatan dari hal haram tersebut kepada fakir miskin (jangan sampai pendapatan dari hal haram tersebut dipakai untuk makan). Solusi teknis lainnya yang bisa dilakukan adalah lihatlah di laporan penjualan usaha. Berapa persen penjualan/pendapatan dari judi dan rokok tersebut, pisahkan dengan peresentase pendapatan yang halal.

Contoh:

Jika total penghasilan adalah 1000 dollar, kemudian ternyata 40% nya adalah dari judi lotre dan rokok, maka yang halal untuk ukhty ambil adalah 60% atau 600 dollar.

  1. Berusahalah untuk merubah kontrak dengan tidak lagi menyediakan judi lottery dan rokok, hal ini agar mini market yang menjadi tempat bisnis ukhty hanya menjual barang halal saja (bentuk ikhtiar melindungi diri dari keharaman)
  2. Secara bisnis, ini bisa jadi strategi marketing yang bagus dimana minimarket ukhty, menjadi minimarket yang halal. Jadi, muslim/ muslimah di Kanada akan datang ke minimarket ukhty dikarenakan produk yang terjamin kehalalannya.

Bila semua langkah-langkah itu tidak membuahkan hasil, maka meninggalkan perniagaan di tempat yang hanya menimbulkan murka Allah dan menghasilkan harta yang bathil adalah lebih baik.

Amat baik bila kita merenungkan firman Allah:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Artinya:

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”. (QS. Al-Baqarah : 168)

Juga Firman Allah Ta’ala:

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ

Artinya:

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak”. (Q.S. An-nisa : 100)

 

Wallahu a’lam

Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Penyusun: Al khaledi Kurnialam

Referensi Utama “Harta Haram Muamalat Kontemporer, Dr. Erwandi Tarmizi, MA, Cetakan XVII, 2017

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.