0815 1321 1333 info@sekolahmuamalah.com

Sewa Tempat dengan Konsep Bagi Hasil

Interior Islamic School copy

Assalamu’alaikum Ustadz,

Saya mempunyai tempat yang selama ini  diperuntukkan untuk disewakan. Namun ada sebuah sekolah yang ingin menempati tempat tersebut dengan konsep bagi hasil 50:50 dari netto. Sedangkan saya belum mengetahui kredibilitas dari sekolah tersebut.

Sebaiknya bagaimana ya ustadz?

Umma Rais – Jakarta

Jawaban:

Wa’alaykumussalam warahmatullah. Innahamdilillahi hamdan katsiran thayyiban mubarakan fiih. Amma ba’du.

Perlu diketahui; perserikatan/partnership (syirkah) dibentuk berdasarkan asas saling percaya (tsiqah) dan dapat dipercaya (amanah); ketika keduanya atau salah satunya tidak ada, keberkahan syirkah akan sulit terealisasi.

Hal ini sebagaimana dalam hadist Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam:
يقول الله تعلى: انا ثالث الشريكين ما لم يخن احدهما صاحبه.
“Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku menjadi pihak ketiga dari dua orang yang berserikat, selama salah satu dari keduanya tidak mengkhianati mitranya’.” (HR. Abu Daud: 3383).

Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam:
يد الله على الشريكين ما لم يتخاونا.
“Tangan Allah di atas dua orang yang berserikat selama keduanya tidak saling mengkhianati.” (HR. Daruquthni: 3/35).

Sehingga dalam kasus ini, ketika Ibu menganggap bahwa calon mitra tidak Ibu ketahui kredibilitas, sifat amanah dan profesionalitasnya, sebaiknya tidak menggunakan kontrak bagi hasil (syirkah); namun sebaiknya tetap memakai kontrak sewa tempat (ijarah), dimana Ibu akan mendapatkan uang sewa (ujrah) dari pemakaian ruko, tanpa terkait dengan realisasi untung atau rugi dari sekolah yang menyewa.

Namun, jika Ibu percaya atas kredibilitas, sifat amanah dan profesionalitas dari calon mitra, maka silahkan menggunakan sistem bagi hasil, dimana uang sewa yang seharusnya dibayarkan oleh sekolah kepada Ibu, dihitung sebagai bentuk penyertaan modal dan harus disepakati nilainya karena ini menentukan porsi kepemilikan Ibu pada syirkah dan juga porsi kerugian yang Ibu tanggung (jika syirkah merugi). Dalam syirkah, bagi hasil dilakukan pada net profit, dimana seluruh biaya operasional, teknis dan administrasi harus dibebankan dulu ke syirkah (mengurangi pendapatan) sebelum dibagi hasilkan.

Shallallahu ‘ala muhammadin, wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam, wal hamdulillahi rabbil ‘alamin.

Dijawab oleh Ustadz Imam Wahyudi (Dewan Pengajar Sekolah Muamalah Indonesia)

2 Comments

  1. Assalamualaikum, Bagaimana hukumnya bagi hasil dengan dasar dari Omzet bukan dari Laba? Misalnya 70% Untuk pedagang,30% untuk pemilik food court.

    Reply
    • Wa’alaikumsalam Warahmatullah

      Dalam Islam bagi hasil dibagi berdasarkan kesepakatan atas keuntungan / laba yang diperoleh. Saran kami sebaiknya dari laba bersih, setelah dikurangi biaya operasional dsb. Utk besaran porsi bagi hasil dipersilahkan sesuai kesepatakan.

      Barakallahu fiikum.
      SMI

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.