Riba Pada Ojek Online

Riba Pada Ojek Online

Saat kita menggunakan Aplikasi Ojek atau Transportasi Online, mungkin kita menggunakan fitur go-pay yang bisa di isi atau top-up dengan transfer ke rekening Ojek Online tersebut, supaya nanti pada saat order Ojek atau transportasi Online kita bayarnya tidak secara cash, tapi di debit dari jumlah saldo go-pay kita.

Namun dalam praktek muamalah yang terjadi saat ini, ketika fitur go-pay tersebut kita gunakan, maka ada potongan atau diskon tarif Ojek Online tersebut. Disinilah letak Riba nya muamalah dalam Ojek atau transportasi online ini.

Mari kita bahas, mengapa terdapat Riba dalam akad ini?

Ketika kita melakukan deposit uang dengan mentransfer ke Go-Pay (Bank) maka terjadi akad hutang disini. Go-Pay (Bank) menerima uang kita dan di gunakan oleh bank dan saat kita membutuhkan uang kita di berikan atau dikembalikan kepada nasabah, ini berarti Bank Berhutang kepada nasabah yang menggunakan fasilitas Go-Pay.

Karena akad nya adalah Hutang, maka tambahan maanfaat dari hutang inilah yang menjadi Riba. Ketika Go-Pay memberikan potongan harga kepada penggunanya yang dalam hal ini yang memberikan hutang kepada nya, maka ada tambahan manfaat dari pengguna Go-Pay yang dalam hal ini adalah pemberi Hutang.

Hal ini sesuai dengan Prinsip Dasar dan Kaidah Baku dari Muamalah yaitu :

 كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً فَهُوَ رِباً

“Setiap Hutang yang mengambil manfaat adalah riba”.

Manfaat atau keuntungan yang dimaksud mencakup semua bentuk keuntungan, bahkan sampai bentuk keuntungan pelayanan. Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu,

إذا أقرض أحدكم قرضا فأهدى له أو حمله على الدابة فلا يركبها ولا يقبله

“Apabila kalian mengutangkan sesuatu kepada orang lain, kemudian (orang yang berutang) memberi hadiah kepada yang mengutangi atau memberi layanan berupa naik kendaraannya (dengan gratis), janganlah menaikinya dan jangan menerimanya.” (HR. Ibnu Majah 2526).

Lalu bagaimana solusi dari permasalah ini :

1. Silahkan anda menggunakan Go-Pay namun pastikan saat membuka rekening di Bank yang terdapat fasilitas Go-Pay nya anda hilangkan klausa pertambahan atas uang yang anda simpan (hutangkan), akad tentang tambahan bunga tiap bulannya harus di hilangkan.

2. Silahkan anda menggunakan Go-Pay namun kami menghimbau anda untuk tidak menerima tambahan manfaat berupa discount ini supaya tidak terjadi Riba dalam muamalah Ojek Online dan Go-Pay ini.

3. Jika tidak bisa kita menghilangkan discount atau potongan harga dari Go-Pay, maka silahkan melakukan pembayaran dengan cara Cash.

Kita hidup di akhir zaman, dimana riba tersebar merajalela, dan tersembunyi…
Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga agama dan dunia kita dari perkara yang diharamkanNya…
Aamiin Yaa Rabb.
Catatan :
Permasalahan Muamalah Kontemporer diatas adalah salah satu masalah yang di pertanyakan dan di bahas di kelas Sekolah Muamalah Indonesia cabang Cibubur/Depok kemarin tanggal 11 Jumadil Awal 1438 H bersama Dr. Erwandi Tarmizi, MA Hafidzohullah.

Berminat belajar Muamalah agar hidup dan bisnis lebih berkah??

Silahkan Klik :

http://www.sekolahmuamalah.com/daftar

 

baca juga :

bit.ly/ojekriba2

bit.ly/ojekriba3

41 Comments

  1. Terkait hal ini, apakah sdh pernah ditanyakan ke ulama tntg hukumnya?

    Semisal ini, seorang yg punya tabungan di bank, ketika dia menabung uang di jakarta, kemudian ketika dia safar ke papua dan dia mendebit uangnya dari atm bank di papua, bukankah dia mendapat manfaat ‘pelunasan sebagian utang’ di papua dr dia mendebit uang di atm yg berlokasi di papua?, yaitu manfaat menghantarkan uang ke papua dan manfaat keamanan uang dr pencurian, dr jkt ke papua

    Makna mendapatkan manfaat tambahan pada hutang dari diskon go-pay, ada pada semua kartu debit atm yg -mungkin- ada di dompet kita semua, wallahul musta’an

    mohon penjelasannya

    Reply
    • Kalau jasa perbankan kan sudah dibayar dari biaya Administrasi, dalam hal ini jual beli Jasa, kita menyimpan uang kalau ada bunganya baru riba, kalau penggunaan fasilitas Bank itu kita bayar Jasanya tersendiri..

      Reply
  2. assalamu’alaikum..saya ingin bertanya ustadz, saya pernah mendengar jika kita berhutang lalu saat kita melunasi disertai tambahan tanpa disyaratkan diawal maka itu bukan riba,bagaimana bila dikaitkan dgn hadits riwayat Ibnu Majah diatas, demikian mohon pencerahannya, jazakallahu khairan

    Reply
  3. Berhubung belum tau, maka nanya :
    1. Diskon pembayaan gopay kenapa dipahami sebagai bentuk hutang piutang antara kita dan pihak bank ya..?? Apa ini bukan sekedar pembelian pulsa (yg dlm hal ini pulsa gopay) utk digunakan pembayaran jasa Gojek dan jaringan layanannya..??

    2. Kemudian terkait diskonnya, bukankah sebenernya yg diterima driver tetap full ya?? Dan diskon pembayaran ini (didapat karena menggunakan gopay sbg metode pembayaran) apa bukan bagian biaya yg memang diabsurb oleh pihak management gojek sebagai bentuk promosi (terlepas dari mana pihak gojek mendapat sponsor utk nombokin diskon promosi tsb)..??

    Reply
    • Bantu jawab dr segi supir (om saya). Mereka tdk mendapatkan penggantian utuh. Jd misal ongkos 9rb jd free, perusahaan hanya mengganti senilai Rp250/km yg nilainya tdk sebanding dg jarak tempuh.

      Reply
      • nah makanya saya tetap suka pakai cash, kadang simpati kepada driver kita juga sudah terbantu sekali, kalau pelayanannya driver bagus kita juga tidak segan2 menambahi, Allah Maha Kaya

        Reply
  4. Afwan admin yg kami hormati, tapi saya masih gak faham dimana letak akad hutangnya?

    Bukankah klo memang itu akad hutang harus jelas ada yg memohon dulu pihak tersebut yg mau berhutung, lalu baru bisa disebut akad hutang?

    Bukankah go pay hanya fasilitas menitipkan uang utk mempercepat, mempermudahkan dan memberi rasa aman kepada kedua belah pihak driver dan pelanggan gojeknya?

    Mohon di pelajari kembali skema nya dan revisi jika memang salah…

    Syukron

    Reply
    • Ana tidak menjawab ya… Ana cuma mau bilang : sepertinya antum belum kenal dengan al Ustadz Erwandi Tarmidzi. Silakan dicari dan ditonton video kajian beliau.

      Reply
      • Lha ini kan website sekolah yg diampu ustadz Erwandi…masak mau dibilang gak kenal ustadz erwandi?

        Reply
      • Maaf. Ust erwandi itu siapa ya?

        Reply
  5. Ciri-ciri transaksi utang bukankah biasanya diinisiasi pihak yg berhutang, dan pihak yg berhutang mmiliki tujuan kenapa berhutang dan juga memiliki hak menggunakan uang hutang tersebut

    Transaksi gopay tidak memenuhi ciri2 tersebut

    Transaksi gopay lebih mirip menitipkan uang, karena pemberi uang yg menginisiasi transaksi ,memiliki tujuan bertransaksi, dan tentu saja 100% hak menngunakan uang trsebut

    Sehingga pertanyaanya kapan bank berhutang?

    Reply
  6. Alhamdulillah bila saya membeli saldo gopay selalu cash saya bayar dia kasih saldo seperti beli pulsa jika itu di anggab riba org Islam TDK perlu punya HP yg isi pulsa maaf itu kenyataan yg saya alami bukan kata orang

    Reply
  7. analoginya gopay nih. teman saya mo ke medan, saya bilang titip beli bolu meeranti ya? saya kasih 100rb. teman saya bilang ok. Di medan, teman saya beli bolu meranti, hrgnya 50rb. Lalu saat kembali, teman saya bawa pesanan saya dan balikin 75rb sisa uang saya yg saya titipkan sebelumnya. Teman saya bilang, harganya 50rb, tapi karena teman, anda cukup bayar 25rb saja. sisanya saya yg nanggung. Pertanyannya, mana sisi ribanya dari transaksi diatas ?

    Reply
  8. Bagaimana dengan hukum si drivernya? Kalo di g**jek sih driver tetap menerimanya sesuai tarif. Artinya yg diskon itu penumpangnya. Jazakallah khairan

    Reply
  9. pak ustadz udah pernah nyoba blom? gopay mah kaya pulsa telpon biasa kita beli gopay terus kita pake gojek baru di potong sama kan kaya pulsa telpon klo kita pake kepotong, klo gopay riba berarti pulsa telpon riba dong ?

    Reply
  10. Assalamu’alaikum, afwan menyambung beberapa komentar di atas, penggunaan kartu e-toll mungkin mirip dgn kasus go pay. Jadi pengguna e-toll akan mendapatkan manfaat jalur khusus yg biasanya tidak antri, dan kadang dapat dugunakan sebagai kartu diskon karena ada point yg terhubung di dalam system kartu tersebut.

    Reply
  11. Assalamualaikum, berikut adalah pandangan saya dari transaksi tersebut, mohon kiranya mendapat tanggapan dari Ustadz Erwandi:
    1. Pihak Bank hanya merupakan pihak luar yg men-transferkan uang tersebut (hanya akad ijarah atas transfer dana dari rekening nasabah ke Go-pay). Jadi Go-pay ini adalah PERUSAHAAN, bukan fasilitas bank. Sehingga, sama sekali tidak ada pengalihan hak atas uang tersebut dari nasabah ke bank, melainkan ke Perusahaan Go-pay.
    2. Bahwa akan ada potongan jika memakai Go-pay dan INI DIBERITAHUKAN DI MUKA, maka seharusnya semua tambahan diskon tersebut bukan lagi tambahan manfaat dari transaksi awal. Karena nilai DP akan sama dengan jumlah panjang perkiraan kilometer yg sudah bisa dihitung dari awal, dan ini jadi obyek utama transaksi.
    3. Ketika pemberlakuan potongan (atau penambahan kilometer) ini sudah disepakati di depan, maka hal tersebut diperbolehkan karena baik si nasabah ataupun pihak Go-pay sudah ridha, sesuai sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: “Allah merahmati seseorang yang menjual, membeli dan membayar utang dengan hati yang murah” (HR Bukhari).
    4. Hal dimana pemberian potongan ini dilarang, justru jika niatannya adalah dia ingin menghancurkan pesaing yg lain, sesuai sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: “Tidak boleh melakukan perbuatan yang membuat mudharat bagi orang lain baik permulaan ataupun balasan” (HR Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al Albani). Namun saya memandang hal tersebut tidak terjadi, karena pasar Ojek Online ini baru akan membentuk equilibrium harga pasar-nya. Dia tidak bisa disamakan dengan Ojek Non-Online karena cara kerjanya yang berbeda membuat struktur cost of sales-nya berbeda jauh.

    Beberapa hal diatas saya berusaha cari dari referensi buku Ustadz cetakan 12. Mohon penjelasannya. Wallahu a’lam.

    Reply
  12. Saya mikir nya juga spt kartu kereta, kartu telepon ( jaman dlu ) , pulsa hp, pulsa listrik, e-toll, dll.

    Barusan baca dr status Fulan…riba nya dari segi pihak gojek memakai uang gopay utk operasional.

    Masih bingunk…

    Reply
  13. Mau tanya, apa bedanya gopay dg isi ulang pulsa telpon hand phone? Dimana ada waktu waktu tertentu pengguna telpon mendapat keuntungan dari penggunaan telpon, apakah termasuk riba juga, terima kasih.

    Reply
  14. Assalammu’alaikum..
    Afwan.. AFAIK yg dimaksud dengan riba adalah penambahan nilai/manfaat dari satu akad utang-piutang tanpa ada sebab/usaha (transaksi lain). Dalam kasus ini jika kita mempunyai deposit dalam bentuk gopay.., maka tidak akan serta merta kita dapat manfaat nya. Artinya secara mendasar tidak ada ribanya. Adapun manfaat (diskon) yang didapat adalah akibat dari satu transaksi baru (akad order jasa gojek). Jadi jelas memang ada 2 akad yang terpisah. 1. Akad deposit gopay dan 2. Akad untuk pembelian jasa gojek. Sungguh Alloh SWT mengharamkan riba dan menghalalkan jual-beli. Wallahualam.. Yang bener datangnya dari Alloh SWT, yang salah dari kekurangan ilmu saya. Wassalam.

    Reply
    • manfaat diskonnya kan gak bisa didapatkan klo order bayar cash. jd manfaat discount itu karena imbalan atas deposit uang yg pihak go*ek terima dan bisa memanfaatkan di depan. klo akadnya titip, pihak go*ek tdk punnya hak untuk memanfaatkan uang depositnya sebelun transaksi gopaynya

      Reply
  15. Byk yg tdk paham konteks permasalahan ini sehingga dgn gampangnya membandingkan dgn pulsa HP atau e-toll.
    Kita hrs lihat term of condition setiap case. Kalau pulsa, itu jual beli. Operator jual, konsumen beli. Pulsa yg di beli sudah menjadi milik konsumen. Dlm jual beli boleh ada diskon.
    Nah, dlm konteks ojek online, uang yg kita deposit itu uang kita, bukan uang ojek online. (Jd bukan jual beli). Apalagi dlm revisi yg hoax itu dijelaskan bahwa akadnya Wadiah spt bank syariah. Tambah kelihatan kurang pahamnya yg membuat hoax ini, malah membuka dapurnya sendiri. Krn uang itu kita titipkan ke ojek online, dan kita dpt menarik dana kita sewaktu-waktu, maka jatuhnya jadi hutang piutang. Nggak boleh ada manfaat tambahan spt diskon, spt halnya tabungan Wadiah yg tdk ada manfaat bagi pemilik uang.
    Ini ada dlm term of condition ojek online tsb.
    Logikanya, jika tdk ada diskon, maka kita tdk tertarik utk memakai fasilitas tsb. Tp krn ojek online tsb memberi diskon, kita jd tertarik menaruh uang kita di fitur pay- nya. Akhirnya kita mendpt manfaat tambahan dr uang yg kita deposit kan tsb. Riba

    Reply
    • Uang topup nya khan gag bs kita ambil lg . Kita pakai nya sebagai pembayaran gojek tsbt atau bayar go food atau go mart. Sama gag sama etoll. Uang d etoll akan berkurang dgn kita gunakan klo masuk toll.

      Reply
      • kalau baca dari artikel di atas, berarti gk boleh juga pakai perdana kartu telefon dong harusnya .

        karna kan prinsipnya hampir sama, beli pulsa ke kounter untuk salah satu provider. berarti provider tersebut hutang kepada anda yg beli pulsa, sampai anda pakai buat telefon maka pihak providernya mengembalikan uang anda dengan bentuk anda berkomunikasi lewat telefon..

        dan lagi banyak promo atau discountnya, seperti nelpon berapa menit gratis berapa menit, sms berapa kali gratis berapa kali sms ..

        berarti kalau baca dari artikel di atas, harusnya telfon bayar cash .? bisa telfon bayar cash .?
        kalau gk bisa bayar cash berarti gk boleh pakai kartu perdana dong.

        yg saya maksud kartu perdana adalah sim card . kalau saya salah mohon di luruskan .. makasih ..

        Reply
      • Dg pkai gopay jd dapat diskon, .
        Klo pake etoll dpt diskon gak?

        Reply
    • Oh karena diskon tertarik menggunakan gopay maka Jadi terhitung Riba?
      Saya pakai gopay karena supaya praktis sebab tak selalu ada uang kembalian di pengemudi Go-Jek Dan ini mempersulit penumpang maupun pengemudi.

      Saya setiap seldsi diantar menambahkan tip yg minimal sama nilai totalnya dengan harga tanpa discount.

      Lalu.. apakah saya menjadi pelaku Riba?

      Tidakkah ini menjadi soal niat?

      Wallahu a’lam

      Reply
    • Afwan, apakah dalam utang piutang wajib ada pengembalian dana? Misal pinjam uang di bank, Kalo di gopay apakah pihak gojek berkewajiban mengembalikan dana pada pelanggan?

      Reply
  16. mohon admin atau ustadz dapat menjelaskan model deposit yg seperti apa yg dianggap utang dan model deposit spt apa yg dianggap wadi’ah berikut konsekuensinya (riba atau tidak),karena transaksi dgn menggunakan deposit sangat masif saat ini,misal:gopay,e money,deposit agen pulsa,deposit di toko2 online,dan lain-lain. jazakumullahu khair.

    Reply
  17. Assalamualaikum Ustadz, saya masih kurang paham kenapa ini dijatuhi hukum berhutang ya, kalau saya analogi-kan ini sama aja seperti saya pergi ke supermarket di singapore, trus saya tukar duit saya dari IDR jadi SGD dan di supermarket saya dapat diskon. Bukannya yang seharusnya dipakai hukum pertukaran nilai mata uang ya bukan hutang? Kan klo pada kasus ini bedanya duit kita disini dikonversi jadi saldo GO-PAY.

    Reply
  18. Assalamualaikum.
    Mungkin di sini terjadi sudut pandang yang berbeda yaitu :
    1. Transaksi/akad pertama kali yang terjadi adalah pengguna jasa membeli voucher/pulsa go pay senilai tertentu, bukan menghutangkan. Pengguna jasa bila akan membeli pulsa go pay melalui ATM, maka di ATM menu yang muncul adalah bayar/beli, tapi kalau dengan driver langsung cash tukar uang menjadi pulsa go pay. Uang yang telah menjadi pulsa/voucher tidak dapat dikembalikan sebagaimana hutang. Permasalahannya apakah Voucher/pulsa go pay masuk dalam kategori hutangan.
    2. Setelah pengguna jasa mendapatkan voucher/pulsa go pay, maka akan terjadi transaksi kembali. Dimana pengguna jasa membeli/membayar tagihan/jasa go jek senilai yang ditawarkan (termasuk adanya diskon). Hal ini sama halnya kita beli pulsa telpon, uang yang telah kita tukar menjadi pulsa, kita belikan kembali menjadi paket internet. Bisa jadi paket yang kita beli ada bonus-bonus apakah itu berupa sms gratis, telpon gratis atau tambahan kuota internet. Apakah kita beli pulsa sama saja dengan kita menghutangkan ?

    Reply
  19. Assalamu alaikum ustadz.
    Setelah berkali2 saya baca penjelasan di atas, mohon maaf saya masih tidak mengerti. Jujur sekarang saya berusaha menghindari riba, bahkan tidak mempunyai lagi akun bank. Yang menjadi pertanyaan saya sebagai pengguna go pay, sisi ribanya bagaimana?
    Pertama, Saya paham betul tentang sistem go pay karena tau dari driver gojek sendiri. Penumpang membayar gopay dapet diskon setengah dari harga,akan tetapi driver tetap menerima harga yang full sesuai dengan harga yang seandainya dibayar cash.
    Terus kalau soal deposit ke bank,sisi ribanya..bagaimana bila seandainya saya top up go pay melalui driver gojek sendiri,kan ada tuh fiturnya,ane kasih duit, saldo mereka masuk ke saldo go pay aku. Mohon penjelasannya ustadz dengan bahasa sederhana, mudah2an bisa terhindar dari riba. Syukron.

    Reply
  20. saya sebagai driver gojek dan sering dpet gopay
    brrti pekerjaan yg saya lakuin itu riba brrti haram?
    susah ya klau org trlalu fanatik

    besok” jngan isi pulsa di hp ya pa ustadz itu juga sistem nya kya gopay brrti riba

    besok” mh narik uang di atm juga ribain aja

    Reply
    • Sistem pulsa beda sama go pay ibu yang menjadi masalah dalam aplikasi “go pay” adalah harga yang tidak jelas sehingga akad jual-belinya tidak sah dan akad yang terjadi adalah hampir serupa dengan akad qordh(dimnna penitip uang meminjamkanya dan penjual meminjamkan barangnya) yang dia menjamin barang atau uang dengan semisalnya atau senilainya dan setiap pinjamnn yang mendatangkan keuntungan hukum nya riba “ringkasan penjelasan dari ustadz”

      Hati-hati dalam berkata
      Karena tidaklah suatu kata kecuali dicatat oleh malaikat raqib dan atid

      Reply
  21. kenapa dikategorikan ‘utang’? knp bkn ‘titipan/wadhiah’?
    wadhiah yad dhomanah misalnya…

    Reply
  22. Assalamualaikum…
    Bismillah…
    Yang membedakan antara transaksi ribawi dengan transaksi ekonomi syariah adalah akadnya. Untuk kasus pembayaran layanan ojek online secara non tunai saya melihat ada dua transaksi.
    1. Transaksi wadiah atau titipan yang terjadi ketika konsumen menitipkan uang kepada penyedia jasa untuk kepentingan konsumen.
    2. Transaksi murabahah atau jual beli yang terjadi ketika konsumen menggunakan jasa layanan ojek online dengan menggunakan uang atau deposit yang telah dititipkan sebelumnya kepada penyedia jasa. Adapun diskon yang diberikan oleh penyedia jasa adalah sesuatu yang normal dalam transaksi jual beli sepanjang disepakati oleh kedua belah pihak.

    Demikian, wallahu a’lam.

    Reply
  23. Sami’na Wa Atho’na, Allah Maha Kaya..
    Allah memusnakan riba dan menyuburkan shodaqoh

    Reply
  24. Gak bener , kemaren nonton di Rodja , hal seperti ini adalah nilai”Jasa” seperti Halnya pulsa https://youtu.be/iq4PShqd1XY

    Reply
  25. Bismillah.
    1) …mereka berkata, sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. [QS.2:275]
    2) …maka bertanyalah kepada yang mengetahui (ahli ilmu) jika kamu tidak mengetahui. [QS.16: 43]

    Ustadz Erwandi hafizhahullah, insyaa Allah ilmunya tidak perlu diragukan bahkan diakui oleh kalangan ulama dan ustadz2 yang tsiqah termasuk praktisi muamalah (keuangan -pent, seperti petinggi pajak, petinggi bank, dsb).

    Jadi ketika ada yang meragukan keilmuan beliau namun dari kalangan awam, maka seseorang yang berakal bisa memilih pernyataan mana yang akan diambil. Hanyalah Allah yang memberikan taufiq. Wallahu a’lam.

    Reply
  26. Salah satu alasan Ustadz mengkategorikan gopay sebagai riba adalah “adanya perbedaan harga antara gopay dengan cash”. Oleh ustadznya ini disamakan dengan orang berhutang, tiba-tiba menjadi murah hati ketika berhutang, sementara ketika tidak ada hutang sikapnya normal-normal saja. “Gojek hutang dengan kita, makanya dikasih diskon”, kata ustadznya.
    Oom Ustadz, belajar lagi lah aplikasi gopay. Kita pakai cash maupun gopay, keduanya dikasi diskon, tapi memang nominal diskonnya lebih besar kalau pakai gopay. Apalagi ketika awal-awal keluar, cash pun dalam kondisi diskon. Artinya, bayar cash maupun gopay, gojek tetap kasih diskon.
    Tidak bisa donk disamakan dengan hutang, gojek “tiba-tiba” baik kalo pake gopay.
    Ustadz tau ga? harga yang diterima oleh driver kalau kita bayar cash dan gopay?
    Ustadz coba pelajari lagi ya, sebelum kasih komentar.
    Saya pernah pesan gojek, kalau cash bayar 18 ribu, gopay bayar 11 ribu. drivernya dapet berapa? 23.200 untuk perjalanan itu. Artiya cash maupun gopay kita dapet diskon oom.
    Mending ustadz coba jadi drivernya juga, trus jadi pegawai di gojek, jadi tau seluk-beluk proses bisnisnya, biar komentarnya lebih akurat dan berbobot.

    Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. KOREKSI HOAX : Riba Pada Ojek Online | Sekolah Muamalah - […] siang hari ini setelah kami mempublikasi artikel mengenai skema Riba pada aplikasi gopay yang cukup viral di media sosial…
  2. [Lanjutan] Hakikat Riba Pada Ojek Online | Sekolah Muamalah - […] Riba Pada Ojek Online […]
  3. Go Pay Kok Hutang – Ahmad Ifham - […] kami membaca tanggapan, diskusi dan pertanyaan pada artikel sebelumnya yang berjudul Riba Pada Ojek Online yang Masya Allah sangat…
  4. Agar Go Pay Sesuai Syariah – Welcome - […] kami membaca tanggapan, diskusi dan pertanyaan pada artikel sebelumnya yang berjudul Riba Pada Ojek Online yang Masya Allah sangat…
  5. Agar Go Pay Sesuai Syariah – Amana Sharia - […] kami membaca tanggapan, diskusi dan pertanyaan pada artikel sebelumnya yang berjudul Riba Pada Ojek Online yang Masya Allah sangat…

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.