OLAH RAGA TINJU, GULAT BEBAS, MATADOR, ADU HEWAN

Olahraga tinju yang diselenggarakan di seluruh dunia dewasa ini hukumnya adalah haram menurut syariat islam, karena olahraga ini berasaskan boleh menyakiti lawan tanding satu sama lainnya. olahraga ini sering berakibat pada kebutaan, tidak berfungsinya organ tubuh seperti otak, patah tulang dan bahkan kematian tanpa adanya tanggungjawab lawan yang memukul, dan para penonton riang gembira menyaksikan pemain yang dinggulkan menyakiti lawannya.

Perbuatan ini diharamkan dan ditolak dalam syariat islam, berdasarkan firman Allah:

وَلا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan”. (Al-Baqarah: 195)

Dalam surat yang lain Allah juga berfirman:

 وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Artinya:

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”. (An Nisa: 29)

Juga sabda Nabi Shalallahu alaihi wa sallam:

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Tidak boleh melakukan perbuatan yang membuat mudharat bagi orang lain baik permulaan maupun balasan”. (H.R. Ibnu mMaah, Hadis ini disahihkan oleh Al-Albani)

Berdasarkan dalil-dalil di atas para ulama menyatakan bahwa bila seseorang membolehkan dirinya untuk disakiti serya berkata, “Bunuhlah aku.”, tidak boleh orang yang diperintakannya melakukan hal tersebut dan jika ia lakukan itu, maka ia akan diminta pertanggungjawaban serta berhak untuk dijatuhi sanksi

Berdasarkan hal di atas, maka majelis menetapkan bahwa olahraga tinju tidak boleh dilakukan dan harus dihapuskan dari program olahraga lokal maupun internasional. Majelis juga menghimbau agar olahraga tinju juga dilarang penayangannya di televisi agar tidak disaksikan oleh anak-anak dan agar tidak ditiru oleh mereka.

Gulat bebas yang membolehkan setiap pemain menyakiti serta mencelakakan lawan tandingnya, menurut majelis olahraga ini merupakan permainan yang serupa dengan olahraga tinju sekalipun bentuknya berbeda karena seluruh hal yang dilarang syariat yang terdapat pada olahraga tinju terdapat juga pada olahraga gulat bebas, maka hukumnya sama-sama haram. Adapun gulat biasa yang pemain dilarang menyakiti lawannya maka hukumnya boleh.

Permainan matador yang berakhir dengan kematian banteng akibat tangkasan seorang yang ahli dalam menggunakan senjata tajam, juga diharamkan syariat karena permainan ini mengandung unsur penganiayaan terhadap hewan, dengan cara menusukkan benda tajam ke  tubuh hewan hinggga mati. Terkadang juga berakhir dengan kematian pamainnya akibat tandukan banteng. Permainan ini termasuk perbuatan biadab yang  ditolak dalam ajaran islam

Nabi bersabda:

“Seorang wanita telah masuk neraka akibat menahan seekor kucing. Kucing tersebut tidak diberi makan dan minum saat ditahan, juga tidak dilepaskan agar kucing tersebut dapat mencari makan sendiri”. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Bila saja menyikasa seekor kucing dapat mengantarkan seorang masuk neraka, maka  apalagi menyikasa banteng yang merupakan binatang ternak dengan senjata tajam hingga mati. Majelis juga menetapkan haram hukumnya permainan mengadu binatang yang menyakiti binatang satu dengan lainnya, seperti adu domba, adu ayam, adu banteng dan lainnya”.

 

Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Referensi “Harta Haram Muamalat Kontemporer, Dr. Erwandi Tarmizi, MA, Cetakan XIV, 2016

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.