0815 1321 1333 info@sekolahmuamalah.com

Mengantarkan Parcel Natal bagi Muslim

Mengirimkan Parcel Natal bagi Muslim
Penanya: Assalammu’alaykum. Mau Tanya: Adek saya dapet tugas dari Kantor. Untuk mengantar parcel natal ke rekanan perusahaan. Apakah bila dikerjakan akan melanggar aqidah Islam?

Imam Wahyudi: Wa’alaykumussalam; adakah kemudharatan jika ditolak permintaan tersebut?

Penanya: Maaf, Ustadz. Soalnya hanya adek saya yg bisa mengantar parcel tersebut. Dalam hal ini yg bisa menyetir Mobil, di Kantor nya.

Penanya: Kalo tidak diantar sama adek saya, gak ada yg mengantar parcel tersebut.

Imam Wahyudi: Dalam hal ini adik antum adalah karyawan perusahaan, dimana harus taat pada perusahaan selama tidak dalam kemaksiatan kepada Allah Ta’ala. Dalam kaidah dinyatakan: “laa tha’ata makhluqun fii ma’shiyatir Rahmani” (tidak ada ketaatan kepada makhluk apapun dalam bermaksiat kepada Ar Rahman).

Dan telah ma’ruf (diketahui) bahwa perayaan natal adalah perkara haram dan bertentangan dengan akidah kaum muslimin.

Maka terlibat di dalamnya, apapun bentuk kontribusinya, adalah terlarang dalam syariat Islam, sebagaimana Allah Ta’ala tegaskan dalam firmanNya: “wa laa ta’aawanuu ‘alal istmi wal udzwaani” (janganlah kalian tolong menolong dalam perkara dosa dan permusuhan).

Jadi, sebaiknya adik antum tidak mengantarkan parsel tersebut. Dan kalaupun terpaksa (telah) melakukannya, maka pastikan hatinya tetap kokoh dalam keimanan dan keyakinan atas batilnya perayaan natal; bersegera beristighfar dan bertaubat kepada Allah Ta’ala, serta berjanji tidak mengulanginya lagi.

Bukankah Allah Ta’ala telah jadikan segala di muka bumi ini untuk manusia: “huwalladzi khalaqa lakum maa fil ardhi jami’an” (Dialah -Allah- yang telah menciptakan bagi kalian -manusia- apa-apa yang ada dimuka bumi semuanya); dan Allah jadikan rezeki bertebaran di muka bumi, bukan hanya dari satu tempat dan satu jalan, Allah berfirman “fa idzaa qudiyatish shalaatu fantasyiruu fil ardhi wabtaghuu min fadhlillahi” (ketika telah ditegakkan sholat -jum’at- maka bertebaranlah dimuka bumi dan berharaplah -carilah- keutamaan -rizki- Allah).

Imam Wahyudi: Maka sudah sepatutnya bagi kita untuk mencari yg halal dari rezeki Allah Ta’ala dan menjauhkan kita dari perkara yang telah diharamkan oleh Allah Ta’ala: “wa laa tasytaruu bi aayaatiy tsamanan qalilan” (dan janganlah kalian menjual ayat-ayat Ku dengan harga yang sedikit). Dan dunia adalah harga yang sangat sedikit jika dibandingkan dahsyatnya siksa api neraka.

Penanya: Syukron Ustadz. Jazaakallahu khairan.

PS: Ustadz Imam Wahyudi (Dewan Pengajar Sekolah Muamalah Indonesia)

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.