0815 1321 1333 info@sekolahmuamalah.com

Jual Beli Saham Dalam Islam

 

Isu mengenai sebuah Bank Syariah yang sedang diakuisisi perusahaan non muslim tengah menjadi perbincangan publik baru-baru ini. Kekhawatiran umat akan berubahnya semangat awal ekonomi islam pada bank ini, akhirnya bisa sirna setelah mengetahui ketidak benaran beritanya.

Seperti yang kita ketahui bahwa aktifitas pada jual beli saham seperti pada kasus Bank Syariah di atas adalah sebuah transaksi yang lazim dalam bisnis investasi. Lantas bagaimana islam menghukumi fenomena ini? Artikel kali ini akan mencoba menjelaskan prihal saham dan bagaimana para ulama membahasnya

Jual Beli Saham Dalam Islam

Saham adalah surat bukti kepemilikan atau bagian modal suatu perseroan terbatas yang dapat diperjual belikan baik di dalam maupun di luar pasar modal yang merupakan klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan.

Saham Perusahaan Yang  Usahanya Halal dan Memiliki Hutang Dalam Bentuk Pembiayaan Ribawi

Saham yang usahanya halal namun melakukan transaksi riba dalam aktifitas perusahaannya adalah haram. Hal ini senada dengan keputusan berbagai lembaga fiqih internasional, diantaranya:

Majma Al  Fiqh Al Islami dengan keputusan No. 63 (1/7) Tahun 1992 yang berbunyi:

Haram hukumnya membeli saham perusahaan yang terkadang melakukan transaksi yang diharamkan, seperti riba sekalipun kegiatan usaha perusahaan tersebut bergerak di bidang yang dihalalkan

Dalil dari pendapat ini bahwa hubungan antara pemegang saham dengan perusahaan adalah akad wakalah, dimana status pemegang saham sebagai muwakkil (pihak yang mewakilkan) dan perusahaan sebagai wakil. Maka jika seorang muslim tahu bahwa sebuah perusahaan melakukan transaksi riba dan tetap memberi saham perusahaan tersebut, sesungghunya ia telah mewakilkan kepada perusahaan tersebut untuk melakukan transaksi riba. Ini pertanda ia menyetujui transaksi riba sekalipun mulut  dan hatinya mengatakan tidak. Dan teks-teks Al Quran mengharamkan riba walaupun sedikit.

Hukum Jual Beli Saham Perusahaan Halal

Perusahaan yang kegiatan usahanya halal, tidak melakukan transaksi riba dan tidak tercantum dalam anggaran dasarnya untuk melakukan transaski ribacuntuk melakukan transaksi riba bolehkah sahamnya diperjualbelikan layaknya barang dagangan?

Maka mayoritas ulama membolehkan jual beli saham. Dalil dari pendapat ini adalah bahwa hakikat saham adalah dokumen tanda kepemilikan aset perusahaan emiten. Dan hukum menjualbelikan aset perusahaan yang berupa barang dihalalkan dalam islam

Allah berfirman:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Artinya:

“Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (Q.S. Al Baqarah: 275)

Majma Al Fiqh Al Islami menegaskan hal ini dalam keputusan no.63 (1/7) tahun 1992 yang berbunyi “ Menjual dan menjadikan saham sebagai agunan hukumnya boleh”.

Pendapat mayoritas ulama dalam hal ini sangatlah kuat, karena berpegang kepada hukum asal jual beli adalah halal dan selama tidak ada dalil yang mengharamkannya maka hukum bolehnya tetap berlaku

Hukum Jual Beli Saham Perusahaan Yang Bergerak di Bidang Usaha Haram

Membeli saham perusahaan yang bergerak di bidang usaha haram adalah haram hukumnya. Sebagaimana keputusan Majma Al Fiqh Al Islami tahun 1992, No. 63 yang berbunyi: “Tidak ada perbedan pendapat akan keharaman hukum membeli perusahaan yang tujuan pendiriannya bergerak di bidang haram, seperti perusahaan ribawi, perusahaan yang memproduksi barang haram atau perusahan yang memperdagangkan barang haram”.

Dewan Syariah Nasional lebih merinci  tentang kegiatan usaha perusahaan yang diharamkan dalam fatwa nomer: 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang pedoman pelaksanaan investasi untuk Reksa Dana Syariah, Bab IV, Pasal VIII yang berbunyi:

Jenis kegiatan yang betentangan dengan syariah islam antara lain, adalah;

  1. Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang
  2. Usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi) termasuk perbankan dan asuransi konvensional
  3. Usaha yang memproduksi, mendistribusi, serta memperdagangkan makanan dan minuman yang haram
  4. Usaha yang memproduksi, mendistribusi, dan atau menyediakan barang-barang ataupun jasa yang merusak moral dan bersifat mudharat

Riba Dayn Dalam Jual Beli Saham

Ada beberapa saham yang diterbitkan emiten namun saham yang berkaitan dengan riba dayn yaitu saham istimewa.

Yang dimaksud  dengan saham istimewa adalah saham dengan hak istimewa menurut ketentuan dalam angaran dasar, misalnya berupa prioritas terhadap deviden yang besarnya deviden diberikan dalam jumlah tetap berupa presentase dari nilai nominal yang tertera pada sertifikat saham, atau penentuan pengurus dan sisa saham saat terjadi likuidasi.

Dari definisi di atas, dapat dipahami bahwa ada beberapa keistimewaan yang diberikan kepada pemegang saham istimewa. Hak istimewa yang merupakan riba dayn yaitu pemberian deviden dangan presentase tetap sekalipun perusahaanya mengalami kerugian.

Hal ini diharamkan karena bilamana pemegang saham mendapat deviden dengan presentase tetap berarti modal yang ia berikan terjamin dan tidak mengalami kerugian. Modal yang teramin dalam usaha syirkah maka akadnya otomatis berubah dari akad syirkah menjadi qordh (pinjaman). Seperti diketahui bahwa akad qordh tidak boleh mendapatkan keuntungan.

Manakala pemegang saham mendapat keuntungan bagi hasil dari perusahaan setiap tahunnya, sedangkan sesungguhnya ia hanyalah memberikan pinjaman pada emiten dan bukan memberikan saham, maka itu adalah pinjaman yang dikembalikan dengan melebihi nilai pokok hutang. Ini jelas hukumnya riba.

Oleh karena iu Majma Al Fiqh Al Islami mengeluarkan keputusan haram menerbitkan saham istimewa no.63 (1/7) 1992, yang berbunyi, “Tidak boleh menerbitkan saham istimewa, pemegangnya mendapatkan hak jaminan dari emiten bahwa modalnya tidak akan berkurang serta mendapat deviden dalam jumlah tetap”.

Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Penyusun: Alkhaledi Kurnialam

Referensi “Harta Haram Muamalat Kontemporer, Dr. Erwandi Tarmizi, MA, Cetakan XIV, 2016

 

 

 

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.