HURU HARA FIRST TRAVEL

 

Lamanya daftar tunggu ibadah haji, berdampak pada semakin tingginya minat masyarakat Muslim Indonesia untuk melaksanakan ibadah umroh. Namun, ditengah tingginya peminat ibadah umroh itu, ditemukan banyak sekali penyimpangan yang terjadi pada penyelenggaraan biro ibadah umroh yang jumlahnya tidak sedikit.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) merilis daftar biro umroh per-enam Juni 2017 yang banyak dilaporkan konsumen. Sebanyak 6.678 pengaduan jemaah umroh telah diterima YLKI, 3.825 pengaduan diantaranya adalah calon jemaah First Travel yang saat ini tengah ramai diberitakan. Selain First Travel, biro umroh yang banyak diadukan konsumen ke YLKI juga adalah PT Ustmaniyah Hannien Tour (1.821 pengaduan), PT Kafilah Rindu Ka’bah (954 pengaduan), PT Komunitas Jalan Lurus (122 pengaduan), PT Basmallah Tour and Travel (33 pengaduan) dan PT Mila Tour Group sebanyak 24 pengaduan. Banyaknya pengaduan ini menunjukkan betapa carut marut masalah yang terjadi pada bisnis biro umroh, tentu saja tanpa menggeneralisir semua biro jasa melakukan hal yang serupa

Pada kasus First Travel, praktek ponzi pun diungkap oleh salah satu agen biro umroh First Travel, seperti yang dilansir di Radarcirebon.com bahwa jemaah yang masuk tahap pertama, biaya umrahnya disubsidi jemaah tahap ketiga atau bahkan keempat dan begitu seterusnya. Celakanya, periode pendaftaran umroh 2018 sepi, akibatnya uang untuk mensubsidi keberangkatan jemaah umrah periode April, Mei, dan Juni tidak ada, maka pecahlah kasus ribuan jemaah First Travel gagal berangkat. Uang jemaah telah disetorkan, namun janji tidak juga dipenuhi

Perputaran uang yang dilakukan untuk  mensubsidi perjalanan umrah jemaah lain tidak dilarang, asalkan biro wajib memberangkatkan jemaah-jemaahnya sebagai bukti amanahnya saat tiba waktu yang telah dijanjikan. Namun nyatanya, mereka gagal dalam ujian menjalankan amanah teresebut. Ribuan jemaahpun terlantar hingga merugi dengan kalkulasi total terkecil mencapai Rp 550 miliar. Akibat perbuatan zalim ini, suami-istri pemilik First Travel itu dapat dijerat dengan Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP soal penggelapan dan penipuan juga berdosa atas perbuatan tidak amanah yang dilakukan mereka.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu….”. (Q.S. Annisa : 29)

 

Fenomena yang terjadi pada First Travel ini merupakan kezaliman yang bahkan oleh Semua syariat-syariat samawi diharamkan. Allah telah mengutus para rasul serta membekali mereka dengan kitab-kitab agar mereka menegakkan keadilan terhadap hak-hak Allah dan hak-hak manusia.

 

Allah SWT berfirman:

 

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

Artinya:

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan”. (Q,S. Alhadid : 25)

 

Maka hal yang perlu diperhatikan atas maraknya bisnis travel umrah yang zalim, adalah:

  1. Hendaknya Jemaah melakukan konfirmasi ulang jika ada biro yang menawarkan perjalanan dengan harga yang sangat murah, janganlah mudah tergiur. Apalagi biro travel mengatakan itu adalah harga promo. Meskipun, tidak semua biro perjalanan umrah dengan harga yang murah dapat dikategorikan bermasalah, namun ada baiknya untuk bertanya kenapa harganya sangat murah agar terhindar dari kezaliman yang mungkin timbul nantinya.
  2. Telitilah perusahaan biro umrah tersebut. Pastikan untuk melakukan pencarian tentang riwayat perusahaan biro umrah yang dipilih sebagai komparasi logis dengan biro lainnya.
  3. Hendaklah mengecek legalitas biro umrah di Kementerian Agama. Kementerian Agama mendata seluruh biro umrah yang resmi dalam laman milik Kementerian Agama, sehingga kita terhindar dari penipuan biro abal-abal.

Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Penyusun: Alkhaledi Kurnialam

Referensi “Harta Haram Muamalat Kontemporer, Dr. Erwandi Tarmizi, MA, Cetakan XIV, 2016

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.