Harta dari Sudut Pandang Islam (bagian ke 1)

Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur hubungan antara hamba dengan Sang Khaliq nya saja (habblu minallah), namun juga mengatur manusia dengan manusia, serta manusia dengan makhluk lainnya. Pedoman hidup ummat Islam adalah Al Qur’an yang menjadi penawaran, pedoman dan petunjuk yang hakiki, tidak ada keraguan didalamnya. Al Qur’an.

Al Qur’an bukan hanya mengatur mengenai akhirat tetapi juga dunia yang sedang kita jalani ini. Dengan harta yang kita miliki, bagaimana mengapai dunia dan akhirat lebih baik, dan bagaimana memperlakukan harta dengan bijak sesuai syariat Islam.

Sebelum mempergunakan dan memperlakukan harta yang dimiliki, perlu memperhatikan sudut pandang mengenai harta tersebut. Pada dasarnya sudut pandang mengenai harta bagi setiap orang berbeda-beda, ada yang memandang harta sebagai suatu tujuan hidup sehingga tenaga dan pikiran terfokus untuk mencari harta hingga melalaikan ibadah dan keharmonisasian hubungan manusia. Jika 1 hari lebih dari 24 jam, hal itu tidaklah cukup bagi mereka dan cara mendapatkan harta pun tidak diperdulikan apakah harta tersebut didapat dengan cara yang halal, ataukah yang haram. Yang terpenting adalah semakin banyak harta semakin baik kehidupan.

Disisi lain ada yang memandang harta sebagai sesuatu yang hina dan tidak diperdulikan, sehingga akhirnya zuhud menjadi dalih/alasan mereka hidup dalam kemelaratan, kemiskinan dan keterbelakangan yang lebih mengerikan bahwa mereka berasumsi hal tersebut di perintahkan dalam Islam. Selain itu ada juga yang memilih keduannya, mencari dan mengumpulkan harta, akan tetapi hidup dalam kezuhudan. Semua ini adalah pilhan, dan pilihan tak terlepasa dari keputusan serta tindakan.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, harta adalah barang seperti uang atau benda lain yang menjadi tolak ukur sebuah kekayaan, harta juga merupakan barang yang menjadi milik seseorang. Pengeertian secara umum, harta dipahami sebagai sesuatu yang memiliki value/nilai ekonomis baik berupa barang ataupun jasa. Dapat disimpulkan bahwa harta adalah sesuatu yang dapat dikumpulkan, dimanfaatkan, dimiliki oleh seseorang baik dalam bentuk barnag maupun jasa, yang memiliki value/nilai secara ekonomis.

Bisa dikatakan bahwa buah-buahan, hewan ternak, tanah, pakaian, emas, perak, bir, dan komoditi lainnya merupakan harta, karena hal tersebut memiliki niali ekonomis, dapat dikumpulkan dan dikuasai oleh seseorang dari sudut pandang ekonomi konvensional. Sedangkan dari sisi Islam, terdapat beberapa definisi dikalangan para ulama mengenai harta.

Akan kita bahas, mengenai harta tersebut di bagian ke 2.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.